Distribusi FAME Capai 2,42 Juta KL

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengungkapkan hingga 24 Oktober 2018, penyaluran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang merupakan bahan baku campuran Solar untuk diolah menjadi B20 telah mencapai 2,42 juta kiloliter (KL) dari target hingga akhir tahun sebesar 3,91 juta KL. Menurutnya, pencapaian tersebut terbilang bagus karena menunjukkan perkembangan berarti, meskipun masih terdapat kendala. "Dari sisi produksi sudah cukup, penerimaan relatif siap karena ada tangkinya,\` kata dia, di Jakarta, Jumat (26/10/2018) sebagaimana dikutip Katadata. Dalam program perluasan mandatori B20 yang diluncurkan 1 September 2018 itu, terdapat sejumlah kendala dalam distribusi.
myimage
logo-bpdp300.png

Ada Sawit dalam Gastronomi Indonesia

DEWASA ini, makanan tradisional Indonesia bukan lagi sekadar sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi telah menjadi bagian dari kearifan lokal dalam memilih, memilah, mencampur dan memasak makanan. Di antara kearifan lokal itu, produk kelapa sawit hadir menyertainya.
myimage
logo-bpdp300.png

Kesadaran Publik Mengenai Sawit Perlu Terus Dibangun

UPAYA membangun kesadaran publik terhadap kelapa sawit dinilai masih perlu terus dilakukan untuk memperkuat citra kelapa sawit Indonesia di mata dunia. Dalam upaya ini keterlibatan netizen sangat diperlukan sehingga membangun kesadaran di kalangan netizen juga menjadi agenda penting. Hal itu disampaikan Corporate Secretary Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal Sutawijaya saat menyampaikan paparannya dalam Workshop Jurnalistik bertema Membangun Awareness dan Persepsi Positif Industri Kelapa Sawit pada Kalangan Netizen di Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2018).
myimage
logo-bpdp300.png

Inilah Tiga Topik Utama Diplomasi Sawit

DIPLOMASI terus diupayakan oleh pemerintah untuk memperkuat posisi komoditas kelapa sawit Indonesia di mata internasional. Setidaknya terdapat tiga topik utama yang diusung pemerintah dalam menjalankan diplomasi sawit. Menurut Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri Tri Purnajaya, tiga topik utama itu adalah, pertama minyak sawit merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia saat ini. "Di tahun 2017, total nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya mencapai Rp309,15 triliun, jauh di atas komoditas ekspor nasional lainnya," ujar Tri Tri saat berbicara dalam dialog jaring masukan bertema "Diplomasi Sawit: Tantangan dan Strategi\` di Medan, Sumatera Utara, (18/10/2018).
myimage
logo-bpdp300.png

Riau Optimalkan Mandatori B20 Bagi Perekonomian Daerah

KEBIJAKAN perluasan mandatori B20 dinilai bisa memberikan efek positif bagi peningkatan perekonomian daerah melalui berbagai sektor. Provinsi Riau misalnya, berharap kebijakan tersebut bisa meningkatkan pendapatan daerah dari produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). \`Dengan B20, minimal dari CPO bisa masuk pendapatan, apakah itu terhitungnya dari dana bagi hasil minyak dan gas,\` kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau, Indra Lukman Agus, di Pekanbaru, (22/10/2018). Riau merupakan salah satu sentra kelapa sawit nasional dengan CPO sebagai andalan produknya.
myimage
logo-bpdp300.png

Dana Sawit Wujudkan Impian Anak Petani untuk Kuliah

MENEMPUH sekolah tinggi seringkali menjadi problema tersendiri bagi kelompok masyarakat di perkebunan kelapa sawit. Sejumlah hambatan dan keterbatasan seringkali menjadikan cita-cita menempuh pendidikan tinggi sekadar mimpi yang tidak pernah terwujud. Namun, kesulitan semacam itu sedikit demi sedikit berkurang ketika campur tangan pemerintah hadir di sana.
myimage
logo-bpdp300.png

Potensi Sawit Cukup untuk Kembangkan B100

PASOKAN kelapa sawit nasional yang ada saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nabati, termasuk untuk memproduksi biodiesel 100% (B100) "Tidak hanya B20, rencana pemerintah menerapkan biodiesel 100 persen masih dapat dicapai dengan produktivitas kelapa sawit nasional," ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian, Dedi Junaidi di Pekanbaru, Selasa (23/10/2018) sebagaimana dikutip RRI. Dalam beberapa tahun ke depan, menurut Dedi, produksi minyak sawit bisa meningkat lebih tinggi lagi mengingat saat ini sudah dilakukan peremajaan terhadap kebun-kebun yang tidak lagi produktif. Setelah replanting, produktivitas akan meningkat. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), produksi minyak sawit Indonesia pada kuartal I 2018 naik mencapai 24% dibandingkan periode yang sama 2017 atau dari 8,4 juta ton pada kuartal I 2017 naik menjadi 10,41 juta ton periode yang sama 2018. Saat ini, produsen biofuel anggota Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) tercatat sudah memiliki 20 pabrik biodiesel dengan total produksi mencapai 2,6 juta kilo liter per tahun.
myimage
logo-bpdp300.png

Peneliti IPB Kembangkan Foaming Agent dari Minyak Sawit untuk Pemadam Kebakaran pada Lahan Gambut

Air telah lama menjadi agen universal untuk memadamkan kebakaran. Namun air bukan material pemadam kebakaran yang terbaik untuk semua kasus kebakaran, terutama pada lahan gambut. Gambut yang terbakar tidak lagi mempunyai kemampuan dalam menyerap air seperti semula, karena sifatnya berubah dari suka air (hidrofilik) menjadi menolak air (hidrofobik), sehingga hanya dapat menyerap air sekitar 50% dari semula sebelum terbakar. Oleh karenanya, Tim Peneliti dari SBRC LPPM IPB mengembangkan foaming agent dari minyak sawit dan memformulasinya untuk aplikasi pemadaman kebakaran lahan, khususnya di lahan gambut. Tujuannya adalah untuk mengubah sifat lahan gambut agar kembali menjadi hidrofilik. Penelitian yang didanai olehBadan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)ini telah menghasilkan konsentrat foaming agent dari minyak sawit untuk klasifikasi kelas A dengan konsentrasi pemakaian hanya sekitar 1-3%, yangmemiliki karakteristik stabilitas busa 79-92%, kemampuan pembusaan 266-344%, tegangan antarmuka 10-1- 10-2dyne/cm, tegangan permukaan 25,02 - 32,58 dyne/cm, kompatibel dengan air gambut, ramah lingkungan, biodegradable, dan memiliki toksisitas rendah.
myimage
logo-bpdp300.png

BPDPKS Resmikan Kuliah Perdana Program Bea Siswa Sawit

POLITEKNIK Perkebunan LPP Yogyakarta memulai perkuliahan perdana Program Beasiswa Diploma Kelapa Sawit tahun 2018 di Auditorium LPP Yogyakarta, Senin (22/10/2018). Penyelenggaraan program bea siswa ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan LPP Yogyakarta. Perkuliahan perdana dibuka oleh Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDPKS Catur Ariyanto Widodo, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Ari Wibowo, dan Pembina LPP Yogyakarta Ciptadi. Program bea siswa diploma sawit ini diselenggarakan untuk melahirkan tenaga ahli madya yang berkompeten dan berkarakter industri sawit nasional.
myimage
logo-bpdp300.png

Awas, Harga CPO Semakin Turun

Sampai dengan pertengahan Oktober 2018 harga minyak sawit mentah menunjukkan tren negatif sejak awal tahun.
myimage
logo-bpdp300.png
Subscribe to Berita